
GUBERNUR BALI SIDAK CALON PENERIMA BEDAH RUMAH DI DESA SANGGALANGIT

Kondisi rumah I Wayan Ngara sangat memprihatinkan, rumah yang terletak di tengah-tengah tegalan itu berdinding daun kelapa "palpalan" berlantai tanah dan atapnya hampir setengahnya bolong. Disaat hujan, sudah dapat dipastikan air akan masuk kerumah dan menggenangi rumahnya. Kesehariannya dia hanya bekerja ladang dan hidup dari hasil ladang yang tidak seberapa, demikian dituturkan Darmi, istri Ngara. Selanjutnya Gubernur meninjau penerima bantuan bedah rumah lainnya yaitu Keluarga I Kadek Merta yang juga terletak di Banjar Taman Sari dan Keluarga Kadek Sulatra di Banjar Tukad Pule yang kondisi kehidupannya tidak berbeda dengan rumah I Wayan Ngara.
Kepala Desa Sanggalangit melaporkan bahwa bantuan bedah rumah ini pengerjaannya akan dimulai hari Senin, 14 Mei 2012 dan diharapkan bisa diselesaikan dalam jangka waktu 15 hari.
Gubernur Bali Mangku Pastika yang didampingi Ny. Ayu Pastika pada kesempatan itu memberikan tambahan bantuan bedah rumah sebanyak 5 unit lagi kepada mayarakat Desa Sanggalangit dari 4 unit bedah rumah yang telah diberikan melalui dana APBD sebelumnya. Menurut Gubernur bantuan ini bukan berasal dari APBD Provinsi Bali melainkan dihimpun dari masyarakat mampu yang dicetuskan pada saat "Gerakan Masal" pada Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) IX dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke 40 yang dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Perancak, Desa Tibu Beneng Badung Kab.
Badung beberapa waktu yang lalu. Sampai saat ini jumlah donator bedah rumah sudah mencapai 16 orang. Dan diharapkan akan terus bertambah. Dinas Sosial Provinsi Bali akan mengkoordinasikan bantuan yang diberikan oleh para donator dan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat miskin.
Gubernur dengan tak bosan bosannya mengetuk hati masyarakat golongan mampu agar ikut serta memberikan bantuan, sehingga akan lebih banyak lagi keluarga miskin yang terbantu untuk memiliki hunian yang layak. "Bahan - bahan sebelumya yang masih layak dipakai, diharapkan digunakan lagi dan selebihnya yang tidak layak diganti, sehingga dana yang ada bisa efisien dan dimanfaatkan bagi masyarakat miskin lainnya" pungkas Gubernur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar