Bangun Bandara Baru di Buleleng Barat. Kembangkan Potensi Wisata BALI Barat & Utara?

Bali Bangun Bandara Baru di Buleleng Barat
Rabu, 10 Juli 2013 | 00:32 WIB
inilah..com, Denpasar - Setelah memiliki Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Pulau Dewata akan menambah Bandara baru yang lokasinya akan ditempatkan di Buleleng bagian barat. Lokasi bandara yang baru itu diputuskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, setelah sebelumnya sempat simpangsiur pembangunan bandara di Bali Utara. "Sudah kami putuskan, lokasinya di Buleleng bagian barat, di wilayah Gerokgak," ujar Pastika di Denpasar, Selasa (9/7/2013).
Keputusan bandara di Buleleng barat, kata Pastika, setelah melalui berbagai aspek dan kajian. "Setelah ada paparan-paparan terkait kelemahan dan keunggulannya, kami putuskan di wilayah barat, namun tentu itu akan terus dikaji kembali secara lebih mendalam," tambahnya.
Mantan Kapolda Bali itu berharap tidak ada transaksi tanah di wilayah yang akan menjadi lokasi bandara baru tersebut. "Kami ingin status quo, tidak ada jual beli tanah di sana. Biar lebih gampang kami melakukan pembebasan tanah, pemda yang akan melakukan pembebasan tanah," tegasnya.
Menurut Pastika, dipilihnya wilayah Buleleng bagian barat untuk bandara baru di Bali dengan pertimbangan yang matang. "Di Buleleng bagian barat penduduknya jarang, lahan di sana kering tidak produktif. Selain itu, lokasi itu diapit dua kawasan wisata, ada pelabuhan laut, jadi nanti mudah untuk bawa bahan bakar pesawat. Lokasi di barat juga gampang serap pasar dari Jawa Timur. Intinya banyak hal, aspek sosial budaya," jelasnya.
Pastika optimis bandara baru itu ditargetkan beropreasi tahun 2018 mendatang. "Investornya kita sendiri, keren nanti kita punya bandara sendiri, kerjasama pemprov, BUMN, pemkab. Jauh lebih aman kita yang punya, kemampuan keuangan kita ada," ucapnya yakin
http://nasional.inilah..com/read/det...t#.Udy8ptLfCfc

Lokasi Bandara Buleleng yang Dibangun Investor India
Hingga saat ini, dimana lokasi pasti pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng Bali masih belum jelas. 30 insinyur dari India, hingga kini dikhabarkan masih berkutat pada kegiatan survey dan kajian di wilayah Buleleng. "30 orang insinyur masih melakukan survey dan analisa, biarkan dulu mereka bekerja," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, saat dikonfirmasi di Denpasar (7/9/2011).
Para insinyur ini, kata wacik, akan mencari titik titik lokasi yang paling cocok untuk dibangun bandara. Survey yang dilakukan para insinyur India ini untuk mencari lokasi yang paling tepat untuk pembangunan bandara dengan kriteria aman jauh dari pegunungan, aman untuk jangka waktu 100 hingga 200 tahun ke depan, dan beberapa pertimbangan teknis lainnya. Bandara baru di Buleleng ini diharapkan sudah selesai dibangun dan bisa didarati pesawat pada tahun 2014. Investornya kita sudah ada, yakni dari India. Pembangunannya akan menghabiskan biaya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 trilyun.
Saat ini muncul dua alternatif lokasi bandara baru di kabupaten Buleleng, Bali bagian utara. Alternatif pertama merekomendasikan lokasi bandara internasional Buleleng terletak di kawasan perbatasan timur Kabupaten Buleleng. Alasannya, lokasi Bandara di kawasan perbatasan timur kabupaten Buleleng ini untuk menyeimbangkan konsentrasi pembangunan antara Bali bagian utara dan selatan. Alternatif lokasi kedua merekomendasikan wacana bandara internasional Buleleng dibangun di kawasan barat Buleleng, atau di dekat Kota Singaraja.
http://www.pandawalimatour.com/porta...ung-jelas.html
RENCANA BISNIS JASA MARGA
JSMR bangun tol Bandara Buleleng-Denpasar
Senin, 09 Juli 2012 | 20:08 WIB

NUSA DUA. PT Jasamarga Tbk (JSMR) membidik pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Bandara Buleleng, Bali Utara dan Denpasar. Direktur Utama JMSR Adityawarman, memperkirakan, pembangunan jalan tol itu akan tuntas 2015 mendatang. "Pemerintah Daerah Bali sebelumnya menginginkan ada jalan tol yang menghubungkan Bandara Buleleng dengan Denpasar sepanjang 100 kilometer. Namun, menurut kami jalan tol itu sebaiknya dibangun separuhnya saja atau 50 kilometer, sehingga tidak menghilangkan potensi wisata Bali yang menyuguhkan pesona alam sawahnya," papar Adityawarman di Nusa Dua, Bali Senin (9/7).
Perlu diketahui, Pemerintah Daerah Bali berencana membangun Bandara internasional di Buleleng untuk mengantisipasi penuhnya kapasitas penumpang bandara Ngurah Rai. Untuk mendukung bandara Buleleng itulah, Bali membutuhkan jalan tol yang akan menghubungkan bandara baru dengan kota Denpasar. Pada kuartal I tahun 2012 lalu, jumlah penumpang domestik bandara Ngurah Rai tercatat 1,65 juta penumpang naik dibandingkan tahun lalu sebesar 1,44 juta penumpang. Penumpang internasional juga naik dari 1,36 juta menjadi 1,55 juta penumpang.
Selain jalan tol Bandara Buleleng-Denpasar, JSMR juga membidik dua ruas jalan tol di Sumatra dengan total panjang sekitar 147 kilometer. Dua ruas jalan tol tersebut diperkirakan bisa dibangun mulai tahun depan. Akhir tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan Rp 5,4 triliun. Sampai semester I 2012, total pendapatan diprediksi sudah tercapai Rp 2,1 triliun. Adapun untuk volume kendaraan yang akan melewati jalan tol ditargetkan sebesar 1,11 miliar kendaraan.
http://investasi.kontan.co.id/news/j...eleng-denpasar


Potensi Pariwisata Buleleng Barat Belum Digarap Optimal
Selasa, 28 Mei 2013 | 19:32 WIB

SINGARAJA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Buleleng akan mengembangkan pariwisata di kawasan barat karena memiliki banyak potensi yang belum tergarap secara optimal. "Potensi pariwisata di kawasan Buleleng barat memiliki banyak pilihan terutama di sepanjang pantai, terumbu karang yang masih alami dan memiliki potensi yang luar biasa untuk bisa dikembangkan menjadi andalan pariwisata Bali utara," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Buleleng, Gede Sugiartha, di Singaraja, Selasa (28/5/2013).
Menurut Sugiartha, kawasan pantai di Buleleng bagian barat lebih menjanjikan dibandingkan Buleleng bagian timur. Kawasan barat masih alami, sedangkan kawasan timur bibir pantainya sudah banyak dimanfaatkan sebagai lokasi bangunan rumah penduduk sehingga sulit ditata jadi obyek wisata.
"Bukan berarti Pemkab Buleleng menganaktirikan pengembangan Buleleng bagian timur, akan tetapi sudah memperhitungkan semua langkah untuk memajukan Buleleng secara keseluruhan," katanya.
Pariwisata di Pulau Menjangan juga memiliki potensi yang luar biasa untuk bisa dikembangkan. Pulau Menjangan terletak sekitar 50 kilometer dari Kota Singaraja dan menyeberang sekitar 30 menit dari Kecamatan Grokgak. "Pulaunya sangat alami dan bisa dimanfaatkan sebagai wisata bahari karena memiliki terumbu karang yang tidak kalah menarik dari daerah lainnya di Bali," ucapnya.
Pemkab Buleleng juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengembangkan obyek wisata tersebut. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur pendukung dan sumber daya manusia (SDM) yang andal sebagai sektor pendukung.
Namun, Sugiartha mengakui pengembangan pariwisata di Bali utara tidak bisa mengandalkan anggaran dari pemerintah daerah. Untuk itu perlu keterlibatan pihak swasta menanamkan modal dan mengembangkan kawasan tersebut sehingga secara langsung bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam pengembangannya ke depan, harap Sugiartha, tidak mengikuti pengembangan pariwisata seperti di Kuta, Sanur, dan Jimbaran. "Harus memiliki karakter tersendiri untuk menciptakan suasana nyaman bagi para pendatang dan masyarakat setempat," tambah Sugiartha.
http://travel.kompas.com/read/2013/0...igarap.Optimal

Liburan ke Bali Masih Jadi Favorit Wisatawan Domestik
Rabu, 1 Mei 2013 - 20:24 wib
JAKARTA - Meski kini sudah banyak destinasi-destinasi domestik lain yang sudah mulai dikenal, nampaknya wisatawan Indonesia memang sulit beralih dari Bali. Terbukti Bali masih jadi destinasi pemesanan nomor satu dari situs AirAsiaGo. Pulau Dewata masih memiliki pesona yang menghipnotis wisatawan. "Pemesanan terbanyak di AirAsiaGo adalah Singapura, kemudian menyusul Bali, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Yogyakarta," kata Stanly Mangindaan, Head Marketing Air Asia Expedia saat jumpa pers di Jakarta belum lama ini.
Pelanggan AirAsiaGo nampaknya memang belum mau beranjak dari Bali untuk urusan liburan. Namun bukan berarti destinasi lain tidak menari bagi wisatawan domestik. "Semakin hari, ketertarikan wisatawan pada yogyakarta juga semakin tinggi. Terbukti masuk jadi lima besar pemesanan terbanyak di AirAsiaGo," tutur Stanly.
Menurut data dari portal travel online yang mengurus pemesanan hotel sekaligus penerbangan dari maskapai AirAsia ini, pemesanan terbanyak terjadi di Jakarta. "Jakarta memang paling banyak pemesanan, terutama untuk rute Jakarta-Singapura," ujarnya. "Mungkin karena stress dengan keadaan kota yang macet dan pekerjaan ya, jadi banyak orang Jakarta yang ingin berlibur," tukas Stanly
http://travel.okezone.com/read/2013/...tawan-domestik

Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Naik 30%
Friday, 07/20/2012 - 08:48
JUMLAH wisatawan domestik yang datang ke Bali untuk memanfaatkan liburan Lebaran 2012 melalui Bandara Ngurah Rai diprediksi meningkat sekitar 30%. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I Purwanto seperti yang dikutip dari antaranews.com mengatakan menjelang hingga pascalebaran kami prediksi akan terjadi lonjakan penumpang pesawat ke Pulau Dewata hingga 30% dibandingkan dengan hari biasa.
“Peningkatan jumlah penumpang yang didominasi para wisatawan itu diperkirakan akan dimulai pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Pihak AP I memperkirakan peningkat penumpang yang berangkat dari Bandara Ngurah Rai ke berbagai tujuan di dalam dan luar negeri pada saat arus balik hingga H+14,” ujarnya.
Dikatakan untuk mengantisipasi kenaikan itu kami sebagai pengelola bandara sudah berbenah sejak saat ini supaya nyaman.Dalam keadaan normal jumlah penumpang yang berangkat dan datang melalui bandara tersebut antara 30.000 sampai 35.000 orang setiap harinya. “Para penumpang tersebut, dilayani oleh sebanyak 190-200 kali penerbangan baik internasional dan domestik. Sedangkan menjelang Lebaran diperkirakan jumlah penumpang mencapai 40.000 hingga 45.000 orang," ungkapnya.
http://traveltextonline.com/travel-d...e-bali-naik-30
----------------------


Wilayah Utara dan barat pulau BALI sebenarnya tak kalah indahnya dengan tempat-tempat wisata di Bali Selatan (khususnya seputar kota Denpasar dan Kabupaten Badung). Kalau ada bandara baru di Singaraja, di wilayah Buleleng Barat, sangat mungkin sekali wisata yang ada di wilayah itu akan berkembang sebagai alternatif keindahan Bali Selatan yang selama ini dikunjungi wistawan lokal dan mancanegara.
Akan lebih baik bila bandara baru itu kelak dijadikan bandara untuk penerbangan domestik saja sehingga wisatawan lokal yang jumlahnya besar itu, bisa dipecah untuk mengunjungi BALI. Kalau perlu, itu terminal BUS antar provinsi yang dari Jawa, di stop sampai Gilimanuk saja. Selanjutnya ke kota-kota lainnya di BALI, dilanjutkan dengan bus-bus PATAS biasa antar kota di Bali itu. Dengan cara ini, maka wisatwan lokal akan tertarik berkunjung ke daerah Bali Barat dan Bali Utara, sebelum ke Bali Selatan seperti sekarang ini. Konsekwensinya, biaya turis lokal itu akan bertambah karena waktu kunjungan semakin lama dan panjang daripada yang sekarang. Tapi itu tak mengapa, kebanyakan bagi turis lokal itu, yang penting eereka enjoy, cocok makanannya, bersih dan menarik, mereka pasti bersedia mebayar meski mahal sedikit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar