Selasa, 20 Agustus 2013

kabupaten buleleng

Kabupaten Buleleng

PDFPrintE-mail
Kabupaten Buleleng terdiri dari 9 Kecamatan yang meliputi 146 Desa/kelurahan dan 763 Desa Adat Musim kemarau berkisar antara bulan April sampai bulan Oktober dan musim hujan dari bulan Oktober sampai bulan April. Keadaan Topografi Kabupaten Buleleng adalah sebagian besar merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian Selatan, sedang bagian Utara wilayah Kabupaten Buleleng memanjang dari Barat ke Timur dengan pantai yang cukup panjang.
Merupakan kawasan wisata yang menarik dengan suasana yang berbeda dengan kawasan pantai Selatan seperti Kuta yang sangat ramai. Salah satu pantai yang terkenal di sini adalah Pantai Lovina yang populer, khususnya di kalangan wisatawan asing yang memiliki anggaran terbatas. Banyak wisatawan yang datang dari Jawa akan langsung menuju ke pantai Utara Bali ini dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk.
Lovina adalah tempat yang menyenangkan untuk bersantai dan bertemu dengan wisatawan lainnya. Banyak turis menjadikan tempat ini sebagai 'pangkalan' untuk menjelajahi berbagai obyek wisata di pantai Utara Bali. Pantai ini juga memiliki kehidupan malam namun tidak semeriah Kuta.
Pantai Lovina merupakan pantai yang sempit dengan pasir yang berwarna hitam dan laut yang tenang, namun secara umum pantai ini cukup bersih sehingga berjalan-jalan di sepanjang pantai ini cukup nyaman. Kegiatan air yang dapat dilakukan di sekira pantai ini antara lain snorkeling dan menyelam, dan karena pantainya tenang maka tidak ada ombak untuk melakukan olah raga selancar.
Salah satu atraksi wisata di Lovina adalah menyaksikan ikan lumba-lumba langsung di tengah laut yang diorganisir oleh beberapa operator dengan menggunakan perahu betmotor. Pantai Lovina juga tempat yang bagus untuk melakukan snorkeling karena airnya jernih, ombaknya tenang dan karang-karang lautnya cukup bagus. Kawasan ini merupakan tempat yang bagus bagi penyelam pemula untuk belajar menyelam. Beberapa operator penyelaman menawarkan beberapa paket perjalanan untuk menyelam ke luar kawasan pantai Lovina.
Buleleng juga memiliki tradisi kebudayaan dan seni yang kuat, daerah ini kaya dengan penari serta memiliki banyak tarian lokal seperti tari Joged dan Janger. Daerah ini juga menghasilkan banyak kerajinan tangan seperti: kerajinan perak, emas, tenunan, tanah liat dan pembuatan alat-alat musik dengan karakter daerah yang sangat kuat.
Kegiatan tradisional yang kerap diadakan disini adalah balapan sapi yang disebut Sapi Gerumbungan yang memiliki bentuk berbeda dengan kegiatan serupa yang diadakan di Negara. Keramaian biasanya selalu diadakan di dekat Pantai Lovina seperti pada hari kemerdekaan 17 Agustus dan hari jadi kota Singaraja (31 Maret).
Kota Singaraja yang berarti Raja Singa merupakan kota kedua terbesar di Bali, namun memiliki suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan Denpasar. Kota ini dulu merupakan pusat kekuatan pemerintah Belanda ketika masih menguasai Bali. Singaraja merupakan salah satu dari sedikit tempat di Bali yang masih memiliki peninggalan kolonial yang kuat, namun demikian tempat ini juga menerima peagaruh dari kebudayaan Cina dan Islam.
Singaraja memiliki beberapa pura yang sangat terkenal di Bali yang berlokasi di sekitar kota. Pura-pura ini memiliki ukiran yang sangat menarik yang dipahat pada batu pasir yaitu sejenis batu yang agak lunak yang memungkinkan seniman ukiran batu untuk menumpahkan seluruh imajinasinya. Wisatawan akan melihat berbagai tema ukiran di dinding pura, tidak saja tema tradisional tetapi juga pahatan yang menggambarkan kehidupan masa kini.
Beberapa kilometer ke arah Timur dari Singaraja, tepatnya di Sangsit terdapat sebuah pura yang sangat bagus bernama Pura Beji yang merupakan contoh sangat baik dari gaya arsitektur masyarakat Bali Utara yang sangat ceria. Pura Beji adalah pura subak yang dibangun untuk menghormati Dewi Sri yang mempunyai kekuatan untuk memelihara persawahan di Bali.
Masih di Sangsit, sekitar 500 m dari Pura Beji terdapat Pura Dalem yang memiliki lukisan yang menggambarkan siksaan bagi orang yang bersalah setelah mati dan lukisan lainnya bertema humor dan juga erotis.
Sekitar 5 km dari Kalibukbuk ke arah Barat terdapat petunjuk arah ke Air Terjun Singsing. Ukuran air terjun ini tidak besar namun terdapat kolam di bawahnya yang enak untuk berenang. Air kolam ini cukup dingin dan menyegarkan. Jika mendaki lebih tinggi lagi, tidak jauh dari Air Terjun Singsing Anda akan menemukan air terjun yang lain bernama Singsing Duit yang lebih besar, disini terdapat pemandian lumpur yang bagus untuk kesehatan kulit dan juga sebuah kolam renang.
Tidak jauh dari Air Terjun Singsing ini, terdapat Monumen Belanda. Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk memperingati gugurnya seorang Perwira tentara Belanda di dalam perang Banjar pada tahun 1868. Sekitar tahun 1956 monumen ini dihancurkan karena dianggap menghormati penjajah. Akan tetapi pada tahun 1992 monumen ini dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Dati II Buleleng dengan maksud bahwa sejarah tidak bisa dihapus.
Di samping itu monumen juga melambangkan kepahlawanan rakyat Banjar yang mampu menewaskan perwira tentara Belanda. Air Terjun Singsing terletak di Banjar Labuhan Haji Desa Temukus Kecamatan Banjar, 3 km dari Lovina dan 13 km dari Singaraja.
Di Banjar yang terletak di sebalah Barat Lovina terdapat sebuah rumah ibadah agama Budha (vihara) bernama Brahmavihara Arama dengan atap berwarna oranye dan di dalamnya terdapat patung-patung Budha. Namun penampilan fisik bangunan ini tidak seperti bangunan Budha pada umumnya karena telah sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Bali, Ukiran yang terdapat di bangunan ini merupakan ukiran tradisonai Bali ini terletak sekitar 4 km dari jalan utama, ikuti penunjuk arah.
Secara garis besar Vihara ini terdiri atas 5 kompleks penting, yaitu Uposatha Gara. Ruangan ini fungsinya untuk penasbihan para bhiku samanera (calon bhiku), tahap awal untuk mengikuti latihan tahap berikutnya. Ruangan berikutnya adalah Dharmasala, semacam ruang kuliah terletak di sebelah Timur. Di tempat ini para bhiku melakukan kebaktian, membri khotbah-khotbah, dan juga tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan segala aktivitas spiritual.
Stupa adalah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa yang terletak di sudut Barat Laut vihara ini yang seluruh sisi-sisinya terbuat dari beton dengan relief yang sangat mengagumkan. Ada juga Pohon Bodi. Di sudut Barat Daya bangunan, sebuah pohon besar yang disebut pohon bodi, yang di sekitar pohon tersebut dihias dengan relief. Tempat ini merupakan simbul kemenangan Sang Budha pada waktu beliau mencapai Sammia Sang Budha (kesempurnaan yang abadi).
Kuti ini merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang sedang menuntut ilmu dan kadang kala tempat ini juga dipergunakan sebagai tempat latihan para bhiku. Di komplek Vihara terdapat beberapa patung Budha yang menghiasi setiap sudut taman maupun ruangan. Diantaranya terdapat dua buah patung Budha yang sangat menarik yaitu patung Parinirwana dan patung Buddha sebagai Sang Buddha sedang mencapai sama atau moksa dalam istilah agama Hindu.
Daya tarik wisata lainnya di Buleleng adalah obyek wisata Air Panas Banjar yang dikelilingi dengan tanaman tropis yang rimbun. Air yang berasal dari sebuah mata air panas dialirkan melalui mulut lima buah patung batu berbentuk naga ke sebuah pemandian. Dari pemandian ini, air dialirkan lagi melalui lima mulut patung naga lainnya ke kolam kedua yang lebih besar.
Dari kolam kedua ini air dijatuhkan setinggi tiga meter ke kolam ketiga di bawahnya, jika  pengunjung mandi di bawahnya akan memberi efek seperti dipijat. Komplek wisata air panas Banjar merupakan tempat yang menyenangkan untuk bersantai dan wisatawan dapat menikmati  makan siang di restauran yang terdapat di lokasi ini.

Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasangm air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut.
Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata suhu 40 derajat celcius. Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena dapat mtnyembubkan beberapa penyakit terutama penyakit kulit.
Pantai dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Banyuwedang ini bebas dari abrasi. Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Di sebelah Utaranya adalah kawasan Batu Ampar yang terdiri dari tanah berkapur yang direncanakan sebagai kawasan wisata bali, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya adalah adanya Taman Laut di sekitar Pulau Menjangan.

Danau Buyan dan Danau Tamblingan di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Ada kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini, yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.

Sumber : Buku Informasi Pariwisata Nusantara Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar