Kabupaten Buleleng
Kabupaten Buleleng terdiri dari 9 Kecamatan yang
meliputi 146 Desa/kelurahan dan 763 Desa Adat Musim kemarau berkisar
antara bulan April sampai bulan Oktober dan musim hujan dari bulan
Oktober sampai bulan April. Keadaan Topografi Kabupaten Buleleng adalah
sebagian besar merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian
Selatan, sedang bagian Utara wilayah Kabupaten Buleleng memanjang dari
Barat ke Timur dengan pantai yang cukup panjang.
Merupakan
kawasan wisata yang menarik dengan suasana yang berbeda dengan kawasan
pantai Selatan seperti Kuta yang sangat ramai. Salah satu pantai yang
terkenal di sini adalah Pantai Lovina yang populer, khususnya di
kalangan wisatawan asing yang memiliki anggaran terbatas. Banyak
wisatawan yang datang dari Jawa akan langsung menuju ke pantai Utara
Bali ini dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk.
Lovina
adalah tempat yang menyenangkan untuk bersantai dan bertemu dengan
wisatawan lainnya. Banyak turis menjadikan tempat ini sebagai
'pangkalan' untuk menjelajahi berbagai obyek wisata di pantai Utara
Bali. Pantai ini juga memiliki kehidupan malam namun tidak semeriah
Kuta.
Pantai Lovina merupakan pantai yang sempit
dengan pasir yang berwarna hitam dan laut yang tenang, namun secara umum
pantai ini cukup bersih sehingga berjalan-jalan di sepanjang pantai ini
cukup nyaman. Kegiatan air yang dapat dilakukan di sekira pantai ini
antara lain snorkeling dan menyelam, dan karena pantainya tenang maka
tidak ada ombak untuk melakukan olah raga selancar.
Salah
satu atraksi wisata di Lovina adalah menyaksikan ikan lumba-lumba
langsung di tengah laut yang diorganisir oleh beberapa operator dengan
menggunakan perahu betmotor. Pantai Lovina juga tempat yang bagus untuk
melakukan snorkeling karena airnya jernih, ombaknya tenang dan
karang-karang lautnya cukup bagus. Kawasan ini merupakan tempat yang
bagus bagi penyelam pemula untuk belajar menyelam. Beberapa operator
penyelaman menawarkan beberapa paket perjalanan untuk menyelam ke luar
kawasan pantai Lovina.
Buleleng juga memiliki
tradisi kebudayaan dan seni yang kuat, daerah ini kaya dengan penari
serta memiliki banyak tarian lokal seperti tari Joged dan Janger.
Daerah ini juga menghasilkan banyak kerajinan tangan seperti: kerajinan
perak, emas, tenunan, tanah liat dan pembuatan alat-alat musik dengan
karakter daerah yang sangat kuat.
Kegiatan tradisional yang kerap diadakan disini adalah balapan sapi yang disebut Sapi Gerumbungan
yang memiliki bentuk berbeda dengan kegiatan serupa yang diadakan di
Negara. Keramaian biasanya selalu diadakan di dekat Pantai Lovina
seperti pada hari kemerdekaan 17 Agustus dan hari jadi kota Singaraja
(31 Maret).
Kota Singaraja yang
berarti Raja Singa merupakan kota kedua terbesar di Bali, namun memiliki
suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan Denpasar. Kota ini
dulu merupakan pusat kekuatan pemerintah Belanda ketika masih menguasai
Bali. Singaraja merupakan salah satu dari sedikit tempat di Bali yang
masih memiliki peninggalan kolonial yang kuat, namun demikian tempat ini
juga menerima peagaruh dari kebudayaan Cina dan Islam.
Singaraja
memiliki beberapa pura yang sangat terkenal di Bali yang berlokasi di
sekitar kota. Pura-pura ini memiliki ukiran yang sangat menarik yang
dipahat pada batu pasir yaitu sejenis batu yang agak lunak yang
memungkinkan seniman ukiran batu untuk menumpahkan seluruh imajinasinya.
Wisatawan akan melihat berbagai tema ukiran di dinding pura, tidak saja
tema tradisional tetapi juga pahatan yang menggambarkan kehidupan masa
kini.
Beberapa kilometer ke arah Timur dari Singaraja, tepatnya di Sangsit terdapat sebuah pura yang sangat bagus bernama Pura Beji
yang merupakan contoh sangat baik dari gaya arsitektur masyarakat Bali
Utara yang sangat ceria. Pura Beji adalah pura subak yang dibangun untuk
menghormati Dewi Sri yang mempunyai kekuatan untuk memelihara
persawahan di Bali.
Masih di Sangsit, sekitar 500 m dari Pura Beji terdapat Pura Dalem
yang memiliki lukisan yang menggambarkan siksaan bagi orang yang
bersalah setelah mati dan lukisan lainnya bertema humor dan juga erotis.
Sekitar 5 km dari Kalibukbuk ke arah Barat terdapat petunjuk arah ke Air Terjun Singsing.
Ukuran air terjun ini tidak besar namun terdapat kolam di bawahnya yang
enak untuk berenang. Air kolam ini cukup dingin dan menyegarkan. Jika
mendaki lebih tinggi lagi, tidak jauh dari Air Terjun Singsing Anda akan
menemukan air terjun yang lain bernama Singsing Duit yang lebih besar, disini terdapat pemandian lumpur yang bagus untuk kesehatan kulit dan juga sebuah kolam renang.
Tidak jauh dari Air Terjun Singsing ini, terdapat Monumen Belanda.
Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk
memperingati gugurnya seorang Perwira tentara Belanda di dalam perang
Banjar pada tahun 1868. Sekitar tahun 1956 monumen ini dihancurkan
karena dianggap menghormati penjajah. Akan tetapi pada tahun 1992
monumen ini dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Dati II Buleleng
dengan maksud bahwa sejarah tidak bisa dihapus.
Di
samping itu monumen juga melambangkan kepahlawanan rakyat Banjar yang
mampu menewaskan perwira tentara Belanda. Air Terjun Singsing terletak
di Banjar Labuhan Haji Desa Temukus Kecamatan Banjar, 3 km dari Lovina
dan 13 km dari Singaraja.
Di Banjar yang terletak di sebalah Barat Lovina terdapat sebuah rumah ibadah agama Budha (vihara) bernama Brahmavihara Arama
dengan atap berwarna oranye dan di dalamnya terdapat patung-patung
Budha. Namun penampilan fisik bangunan ini tidak seperti bangunan Budha
pada umumnya karena telah sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Bali,
Ukiran yang terdapat di bangunan ini merupakan ukiran tradisonai Bali
ini terletak sekitar 4 km dari jalan utama, ikuti penunjuk arah.
Secara garis besar Vihara ini terdiri atas 5 kompleks penting, yaitu Uposatha Gara.
Ruangan ini fungsinya untuk penasbihan para bhiku samanera (calon
bhiku), tahap awal untuk mengikuti latihan tahap berikutnya. Ruangan
berikutnya adalah Dharmasala, semacam ruang kuliah
terletak di sebelah Timur. Di tempat ini para bhiku melakukan kebaktian,
membri khotbah-khotbah, dan juga tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat
untuk melakukan segala aktivitas spiritual.
Stupa
adalah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa yang terletak
di sudut Barat Laut vihara ini yang seluruh sisi-sisinya terbuat dari
beton dengan relief yang sangat mengagumkan. Ada juga Pohon Bodi.
Di sudut Barat Daya bangunan, sebuah pohon besar yang disebut pohon
bodi, yang di sekitar pohon tersebut dihias dengan relief. Tempat ini
merupakan simbul kemenangan Sang Budha pada waktu beliau mencapai Sammia
Sang Budha (kesempurnaan yang abadi).
Kuti
ini merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang sedang
menuntut ilmu dan kadang kala tempat ini juga dipergunakan sebagai
tempat latihan para bhiku. Di komplek Vihara terdapat beberapa patung
Budha yang menghiasi setiap sudut taman maupun ruangan. Diantaranya
terdapat dua buah patung Budha yang sangat menarik yaitu patung
Parinirwana dan patung Buddha sebagai Sang Buddha sedang mencapai sama
atau moksa dalam istilah agama Hindu.
Daya tarik wisata lainnya di Buleleng adalah obyek wisata Air Panas Banjar
yang dikelilingi dengan tanaman tropis yang rimbun. Air yang berasal
dari sebuah mata air panas dialirkan melalui mulut lima buah patung batu
berbentuk naga ke sebuah pemandian. Dari pemandian ini, air dialirkan
lagi melalui lima mulut patung naga lainnya ke kolam kedua yang lebih
besar.
Dari kolam kedua ini air dijatuhkan
setinggi tiga meter ke kolam ketiga di bawahnya, jika pengunjung mandi
di bawahnya akan memberi efek seperti dipijat. Komplek wisata air panas
Banjar merupakan tempat yang menyenangkan untuk bersantai dan wisatawan
dapat menikmati makan siang di restauran yang terdapat di lokasi ini.
Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasangm air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut.
Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasangm air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut.
Air
panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata suhu 40 derajat
celcius. Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini
dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena dapat
mtnyembubkan beberapa penyakit terutama penyakit kulit.
Pantai
dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang
mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Banyuwedang ini bebas
dari abrasi. Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya
menambah asset pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Di sebelah
Utaranya adalah kawasan Batu Ampar yang terdiri dari
tanah berkapur yang direncanakan sebagai kawasan wisata bali, mengingat
adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya adalah adanya Taman
Laut di sekitar Pulau Menjangan.
Danau Buyan dan Danau Tamblingan di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Ada kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini, yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.
Danau Buyan dan Danau Tamblingan di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja seolah danau kembar yang memiliki daya tarik yang sangat mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Danau ini sangat ideal untuk rekreasi air seperti mendayung dan memancing. Ada kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini, yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.
Sumber : Buku Informasi Pariwisata Nusantara Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar